Kamis, 03 Agustus 2017

TOLERANSI

      AL-QUR’AN SURAH AL-KAFIRUN, 109: 1-6 TENTANG TIDAK ADA TOLERANSI DALAM KEIMANAN DAN PERIBADAHAN.

            1. Bacaan surah Al-Kafirun

1)      Qul yaa ayyuhal kaafiruun
2)      Laa ‘abudu maa ta’buduun
3)      Walaa antum ‘aabidunna maa a’bud
4)      Walaa ana ‘aabidun maa ‘abadttum
5)      Walaa antum ‘aabiduuna maa a’abud
6)      Lakum deenukum wa liya deen

2. Terjemahan surah Al-Kafirun

1)      Katakanlah: “Wahai orang-orang kafir”
2)      Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah
3)      Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4)      Dan aku tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang kamu sembah
5)      Dan aku tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6)      Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku

3. Sebab turunnya surah Al-Kafirun

        Penegasan bahwa Tuhan yang disembah (ma’bud) oleh Nabi Muhammad SAW dan umat islam           berbeda dengan ma’bud orang-orang kafir.
·        Penolakan dari Nabi Muhammad SAW dan umat islam terhadap kaum kafir untuk mencampuradukan keimanan dan peribadahan yang diajarkan Islam dengan keimanan dan peribadahan yang diajarkan agama kaum kafir yang mengandung kemusyrikan.

4. Penjelasan
Surah Al-Kafirun termasuk surah Makiyah, sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah. Al-Kafirun artinya orang-orang kafir. Surah ini dinamakan Al-Kafirun, karena menjelaskan sikap Nabi SAW dan umat islam terhadap kaum kafir untuk menyembah tuhan yang mereka sembah.

KESIMPULAN
Pernyataan sikap umat islam terhadap kaum kafir bahwa umat islam tidak menyembah Tuhan yang mereka sembah. Sebagaimana kaum kafir tidak menyembah Tuhan yang umat islam sembah. Selain itu umat islam mengajarkan bahwa tidak ada toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan antara umat isalam dengan kaum kafir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar